Kinerja Sistem Array 13 PLTS Terapung 145 MW AC Cirata Dengan Simulasi PVSyst 7.4
DOI:
https://doi.org/10.53026/ijoem.v4i2.2Keywords:
EBT, PLTS Terapung, Performance Ratio, Efisiensi Energy, PVSystAbstract
Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah sumber energi alami seperti angin, air, matahari biogas dan panas bumi yang tidak melibatkan pembakaran. Penggunaannya dianggap ramah lingkungan dan berpotensi mengurangi dampak pemanasan global. Di Indonesia, potensi EBT mencapai 418 GW, dengan energi surya menjadi salah satu yang paling menjanjikan karena radiasi matahari yang tinggi sepanjang tahun. Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, termasuk yang terapung di perairan, menjadi fokus, seperti yang diizinkan oleh regulasi baru. Pembangkit listrik tenaga surya terapung meningkatkan efisiensi hingga 12%, bahkan lebih dengan menggunakan teknologi modul surya jenis bifacial. Studi ini mengevaluasi pembangunan dan performa dua komponen utama dari Array 13 PLTS Terapung, dengan fokus pada efisiensi energi dan penilaian kualitas sistem. Analisis menggunakan PVSyst menunjukkan perbedaan signifikan dalam nilai Performance Ratio (PR) dibandingkan dengan perhitungan manual, menyoroti pentingnya penilaian yang cermat untuk memastikan kinerja optimal. Dalam keseluruhan, meskipun terdapat perbedaan dalam metode perhitungan, Array 13 pada PLTS Terapung dianggap layak secara sistem dengan PR yang mencapai 70-90% sesuai standar IEC 61724-1:2017.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Indonesian Journal of Energy & Mineral

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.