Teknologi IoT dan Transformasi Hijau di Industri Minyak dan Gas Mengurangi Emisi untuk Masa Depan yang Lebih Bersih
DOI:
https://doi.org/10.53026/ijoem.v5i1.25Keywords:
Internet of Things, Transformasi Hijau, Pengurangan emisi karbon, Industri migas, keberlanjutan lingkunganAbstract
Transformasi hijau di industri minyak dan gas menjadi semakin krusial dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Penelitian ini mengeksplorasi peran teknologi Internet of Things (IoT) dalam mengurangi emisi karbon sektor tersebut. Dengan mengintegrasikan sensor IoT, analisis data real-time, dan otomatisasi, industri minyak dan gas dapat memantau, mengoptimalkan, dan mengurangi emisi secara signifikan. Metodologi penelitian melibatkan studi kasus pada beberapa fasilitas minyak dan gas yang telah menerapkan teknologi IoT. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan sensor IoT mampu mengurangi emisi karbon hingga 20% melalui peningkatan efisiensi operasional dan deteksi kebocoran lebih cepat. Data saintifik yang diperoleh mencakup penurunan emisi CO2 sebesar 15% dan penurunan emisi metana sebesar 25%. Selain itu, integrasi IoT dengan sistem manajemen lingkungan mempercepat respon terhadap insiden lingkungan, meningkatkan keberlanjutan operasional. Future work akan difokuskan pada pengembangan model prediktif berbasis AI untuk meningkatkan akurasi dalam pencegahan emisi serta eksplorasi teknologi hijau lainnya seperti penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) yang dikombinasikan dengan IoT. Penelitian ini menegaskan bahwa adopsi teknologi IoT tidak hanya mendukung pengurangan emisi tetapi juga menawarkan jalan menuju masa depan industri minyak dan gas yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Energy & Mineral

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.